Berhenti Bertanya "Bagaimana Sekolah Hari Ini?" Coba 4 Pertanyaan Ini agar Anak Lebih Banyak Bercerita

Berhenti Bertanya "Bagaimana Sekolah Hari Ini?" Ayah Bunda mungkin pernah mengalami hal yang sama.

Sepulang sekolah, kita bertanya, "Nak, bagaimana sekolah hari ini?" Lalu anak menjawab singkat, "Baik." Selesai. Percakapan berhenti hanya dalam beberapa detik.

Padahal, sepanjang hari anak mengalami banyak hal. Mereka belajar, bermain, bercanda, mungkin juga sedih, kecewa, bahkan menghadapi masalah yang tidak pernah mereka ceritakan.

Bukan berarti anak tidak mau bercerita. Terkadang pertanyaannya saja yang terlalu umum sehingga mereka tidak tahu harus memulai dari mana.

Psikolog anak menyarankan agar orang tua mengganti pertanyaan yang terlalu luas dengan pertanyaan yang lebih spesifik.

Berikut empat pertanyaan sederhana yang bisa dicoba.


1. Apa yang Paling Membuatmu Tertawa Hari Ini?

Pertanyaan ini membantu anak mengingat momen menyenangkan terlebih dahulu.

Saat anak mulai menceritakan satu kejadian lucu, biasanya cerita lain akan ikut mengalir.

Misalnya anak bercerita ada temannya yang melakukan hal lucu saat makan siang. Setelah itu, ia bisa melanjutkan cerita tentang pelajaran yang sulit, teman yang membuatnya kesal, atau kegiatan lain di sekolah.

Mengapa pertanyaan ini efektif?

Karena rasa senang membuat anak lebih mudah membuka percakapan dibanding langsung diminta menceritakan seluruh aktivitas sekolah.


2. Tadi Kamu Duduk Makan Siang dengan Siapa?

Pertanyaan sederhana ini ternyata bisa memberi banyak informasi.

Jawaban anak dapat membantu orang tua mengetahui apakah ia memiliki teman bermain, merasa diterima di lingkungan sekolah, atau justru sedang mengalami kesulitan bersosialisasi.

Jika suatu hari anak menjawab,

"Tidak ada."

Jangan langsung menganggap itu hal biasa.

Bisa jadi ia sedang dijauhi teman, merasa kesepian, atau mengalami perundungan (bullying). Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula orang tua dan guru dapat membantu.


3. Bagian Apa yang Paling Sulit Hari Ini?

Anak sering menyimpan masalahnya sendiri.

  • Mungkin ia kesulitan memahami pelajaran.
  • Mungkin diejek temannya.
  • Mungkin kalah saat olahraga.
  • Mungkin gagal saat ujian.

Dengan pertanyaan ini, orang tua bisa mengetahui tantangan yang sedang dihadapi anak.

Yang terpenting, jangan buru-buru memberi solusi.

Kadang anak hanya ingin didengarkan.

Ketika ia merasa dipahami, ia akan lebih percaya kepada orang tuanya.


4. Hari Ini Ada Hal yang Membuatmu Terkejut?

Ini adalah pertanyaan yang sering menghasilkan cerita paling menarik.

Karena anak tidak menyiapkan jawaban untuk pertanyaan seperti ini.

Mereka bisa bercerita tentang guru yang menangis karena terharu, teman yang tiba-tiba pindah sekolah, kegiatan kelas yang berbeda, atau pengalaman lain yang berkesan.

Dari cerita sederhana seperti itu, orang tua bisa mengajarkan banyak nilai, misalnya empati, rasa syukur, kepedulian, dan cara menghargai orang lain.


Mengapa Pertanyaan Terbuka Lebih Efektif?

Pertanyaan seperti:

  • Bagaimana sekolah hari ini?

  • Belajar apa?

  • Ada PR?

biasanya hanya menghasilkan jawaban pendek.

Sedangkan pertanyaan yang spesifik membantu anak mengingat satu kejadian tertentu.

Ketika satu cerita sudah dimulai, biasanya cerita berikutnya akan mengalir dengan sendirinya.


Tips Saat Anak Mulai Bercerita

Agar anak semakin nyaman berbagi cerita, lakukan beberapa hal berikut.

  • Dengarkan sampai selesai tanpa memotong pembicaraan.

  • Jangan langsung menghakimi atau menyalahkan.

  • Hindari terburu-buru memberi nasihat.

  • Berikan perhatian penuh, jauhkan ponsel sejenak.

  • Tunjukkan bahwa Ayah Bunda benar-benar tertarik dengan ceritanya.

Semakin sering anak merasa didengarkan, semakin besar kemungkinan ia akan terus terbuka kepada orang tuanya.


Kesimpulan

Membangun komunikasi dengan anak bukan hanya soal sering bertanya, tetapi juga bertanya dengan cara yang tepat.

Mulai hari ini, cobalah mengganti pertanyaan,

"Bagaimana sekolah hari ini?"

dengan salah satu dari empat pertanyaan di atas.

Mungkin Anda akan terkejut melihat betapa banyak cerita yang selama ini tersembunyi di balik jawaban singkat, "Baik."

Lakukan hal ini agar anak banyak bicara saat pulang sekolah