8 Adab Tidur Sesuai Sunnah Rasulullah & Hadits Shahihnya

8 Adab Tidur Sesuai Sunnah - hasanusimuhammad.com
hasanusimuhammad.com
hasanusimuhammad.com
Hadits Pilihan Adab Tidur

Adab Tidur Sesuai Sunnah Rasulullah

1. Berwudhu dan Tidur Miring ke Kanan

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ
"Idza atayta madhja'aka fatawadhdha' wudhu'aka lish-shalati, tsummadh-thaji' 'ala syiqqikal-ayman."
Artinya: "Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan shalat. Kemudian berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu." (HR. Bukhari & Muslim)

2. Membaca Doa Sebelum Tidur

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا
"Bismika allahumma amutu wa ahya."
Artinya: "Dengan nama-Mu, ya Allah, aku mati dan aku hidup." (HR. Bukhari)

3. Mematikan Lampu dan Menutup Wadah

أَطْفِئُوا الْمَصَابِيحَ بِاللَّيْلِ إِذَا رَقَدْتُمْ، وَغَلِّقُوا الْأَبْوَابَ، وَأَوْكُوا الْأَسْقِيَةَ، وَخَمِّرُوا الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ
"Athfi'ul-mashabiha bil-layli idza raqadtum, wa ghalliqul-abwaba, wa awkul-asqiyata, wa khammirut-tha'ama wasy-syaraba."
Artinya: "Padamkanlah lampu-lampu di malam hari pada saat kalian tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana, dan tutuplah makanan dan minuman kalian." (HR. Bukhari)

4. Tidak Begadang Tanpa Manfaat

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا
"Anna rasulallahi shallallahu 'alayhi wa sallama kana yakrahun-nawma qablal-'isyai wal-haditsa ba'daha."
Artinya: "Bahwasanya Rasulullah SAW membenci tidur sebelum shalat Isya dan mengobrol (begadang tanpa manfaat) setelahnya." (HR. Bukhari & Muslim)

5. Bangun Pagi untuk Shalat Subuh

يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلَاثَ عُقَدٍ... فَإِنْ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ
"Ya'qidusy-syaythanu 'ala qafiyati ra'si ahadikum idza huwa nama tsalatsa 'uqadin... fa'in istayqazha fadzakarallaha inhallat 'uqdatun, fa'in tawadhdha'a inhallat 'uqdatun, fa'in shalla inhallat 'uqdatun, fa'ashbaha nasyithan thayyiban-nafsi."
Artinya: "Setan mengikat tengkuk kepala seseorang ketika sedang tidur dengan tiga ikatan... Jika ia bangun lalu berdzikir, lepaslah satu ikatan. Jika berwudhu, lepaslah ikatan kedua. Jika shalat, lepaslah ikatan ketiga, sehingga ia bangun dalam keadaan semangat dan jiwanya baik." (HR. Bukhari)