Contoh Doa Pembukaan Maulid dan Doa Penutup Maulid Nabi
Dalam kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, doa biasanya menjadi bagian penting dalam rangkaian acara. Doa dapat dibacakan pada awal kegiatan maupun setelah seluruh acara selesai.
Namun, perlu diperhatikan bahwa tidak ada satu doa khusus yang secara spesifik ditetapkan sebagai "doa pembukaan Maulid Nabi" atau "doa penutup Maulid Nabi". Panitia dapat menggunakan doa-doa yang sesuai dengan tujuan kegiatan.
Untuk penutup majelis, terdapat doa yang secara khusus diajarkan Nabi Muhammad SAW, yaitu kafaratul majelis. Hadis tentang doa ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah dan tercantum dalam Jami' at-Tirmidzi 3433. (Sunnah)
Karena itu, contoh di bawah ini membedakan antara doa pembukaan yang disusun untuk kebutuhan acara dan doa penutup majelis yang memiliki dasar hadis.
1. Contoh Doa Pembukaan Maulid Nabi
Doa berikut dapat dibacakan sebelum rangkaian acara Maulid Nabi dimulai. Isinya memohon keberkahan kegiatan, ilmu yang bermanfaat, kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta ampunan Allah SWT.
Doa Pembukaan
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيدَهُ.
اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَصْحَابِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَجْمَعِينَ.
اللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي مَجْلِسِنَا هٰذَا، وَبَارِكْ فِي أَعْمَالِنَا وَأَوْقَاتِنَا.
اللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا حُبَّ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَ سُنَّتِهِ وَالِاقْتِدَاءَ بِأَخْلَاقِهِ.
اللّٰهُمَّ اجْعَلْ مَجْلِسَنَا هٰذَا مَجْلِسًا مُبَارَكًا، وَاجْعَلْ مَا نَسْمَعُهُ وَنَتَعَلَّمُهُ سَبَبًا لِزِيَادَةِ إِيمَانِنَا وَتَقْوَانَا.
اللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا عِلْمًا نَافِعًا، وَعَمَلًا صَالِحًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا، وَأَخْلَاقًا حَسَنَةً.
اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَلِوَالِدَيْنَا، وَلِمَشَايِخِنَا، وَلِمُعَلِّمِينَا، وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
Artinya
"Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga beliau, dan seluruh sahabat beliau.
Ya Allah, berkahilah majelis kami ini serta berkahilah amal dan waktu kami.
Ya Allah, karuniakanlah kepada kami kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Karuniakanlah kepada kami kemampuan untuk mengikuti sunnah beliau dan meneladani akhlak beliau.
Ya Allah, jadikanlah majelis kami ini sebagai majelis yang penuh keberkahan. Jadikanlah apa yang kami dengarkan dan pelajari sebagai sebab bertambahnya iman dan ketakwaan kami.
Ya Allah, karuniakanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat, amal yang saleh, hati yang khusyuk, dan akhlak yang baik.
Ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, para guru dan orang-orang yang telah mengajarkan kami, serta seluruh kaum muslimin dan muslimat.
Ya Tuhan kami, terimalah amal kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka."
Catatan: Teks doa pembukaan di atas merupakan susunan doa untuk kebutuhan acara, bukan hadis yang dinisbatkan secara khusus sebagai doa pembukaan Maulid.
2. Doa Pembukaan yang Lebih Singkat
Jika kegiatan Maulid memiliki susunan acara yang padat, doa pembukaan dapat dibuat lebih singkat.
اللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي مَجْلِسِنَا هٰذَا، وَارْزُقْنَا عِلْمًا نَافِعًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا، وَعَمَلًا صَالِحًا.
اللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا حُبَّ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَالِاقْتِدَاءَ بِهِ وَبِأَخْلَاقِهِ.
اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ. آمِيْن.
Artinya:
"Ya Allah, berkahilah majelis kami ini. Karuniakanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat, hati yang khusyuk, dan amal yang saleh. Ya Allah, karuniakanlah kepada kami kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW serta kemampuan untuk meneladani beliau dan akhlaknya. Ampunilah kami, kedua orang tua kami, serta seluruh kaum muslimin dan muslimat. Aamiin."
3. Contoh Doa Penutup Maulid Nabi
Untuk penutup acara, salah satu doa yang sangat baik digunakan adalah doa kafaratul majelis.
Doa ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam Jami' at-Tirmidzi 3433, Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan bacaan ini sebelum seseorang meninggalkan majelis. (Sunnah)
Arab
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
Latin
Subḥānaka Allāhumma wa biḥamdika, asyhadu an lā ilāha illā anta, astaghfiruka wa atūbu ilaik.
Artinya
"Mahasuci Engkau, ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu."
Hadis tersebut menjelaskan bahwa bacaan ini diucapkan sebelum seseorang bangkit dari majelis dan menjadi sebab diampuninya apa yang terjadi dalam majelis tersebut. (Sunnah)
4. Contoh Doa Penutup Maulid yang Lebih Panjang
Selain kafaratul majelis, panitia dapat menutup kegiatan dengan doa yang lebih panjang sesuai kebutuhan acara.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا أَنْعَمْتَ بِهِ عَلَيْنَا مِنْ نِعَمٍ، وَلَكَ الشُّكْرُ عَلَى مَا هَدَيْتَنَا إِلَيْهِ مِنَ الْإِيمَانِ وَالْإِسْلَامِ.
اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
اللّٰهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا مَا قَرَأْنَا وَمَا سَمِعْنَا وَمَا تَعَلَّمْنَا، وَاجْعَلْهُ حُجَّةً لَنَا وَلَا تَجْعَلْهُ حُجَّةً عَلَيْنَا.
اللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا حُبَّ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَاتِّبَاعَ سُنَّتِهِ، وَالِاقْتِدَاءَ بِأَخْلَاقِهِ.
اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَلِوَالِدَيْنَا، وَلِمُعَلِّمِينَا، وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ.
اللّٰهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوبَنَا، وَأَصْلِحْ أَوْلَادَنَا، وَأَصْلِحْ أَهْلَنَا وَمُجْتَمَعَنَا.
اللّٰهُمَّ بَارِكْ فِي أَهْلِ هٰذَا الْمَكَانِ، وَفِي مَسَاجِدِنَا، وَفِي أَوْلَادِنَا، وَفِي عُلَمَائِنَا وَمُعَلِّمِينَا.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ.
آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
5. Doa untuk Maulid di Masjid
Untuk kegiatan Maulid di masjid, doa dapat diarahkan pada keberkahan masjid dan jamaah.
Contohnya:
"Ya Allah, berkahilah masjid kami. Jadikanlah masjid ini tempat tumbuhnya keimanan, ilmu, ibadah, persaudaraan, dan kebaikan. Makmurkanlah masjid kami dengan orang-orang yang senantiasa beribadah dan mengingat-Mu."
Kemudian dilanjutkan dengan doa untuk jamaah, keluarga, para ulama, serta masyarakat.
6. Doa untuk Maulid di Sekolah dan TPQ
Jika kegiatan dilaksanakan di sekolah atau TPQ, doa dapat ditambahkan dengan permohonan untuk para guru dan peserta didik.
Contohnya:
"Ya Allah, berikanlah kepada anak-anak kami ilmu yang bermanfaat, akhlak yang mulia, hati yang lembut, dan semangat untuk belajar. Jadikanlah mereka anak-anak yang mencintai Al-Qur'an, mencintai Rasulullah SAW, menghormati orang tua dan guru, serta bermanfaat bagi agama dan masyarakat."
7. Doa Penutup Majelis yang Paling Ringkas
Jika pembaca doa ingin menggunakan bacaan yang pendek, cukup membaca:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
Subḥānaka Allāhumma wa biḥamdika, asyhadu an lā ilāha illā anta, astaghfiruka wa atūbu ilaik.
Artinya:
"Mahasuci Engkau, ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu."
Bacaan ini memiliki dasar hadis yang jelas sebagai doa penutup majelis. (Sunnah)
8. Apakah Ada Doa Khusus untuk Acara Maulid?
Ini bagian yang penting untuk dicantumkan dalam artikel agar pembaca tidak salah memahami sumber doa.
Tidak ada satu lafaz doa khusus yang ditetapkan Nabi Muhammad SAW sebagai "doa pembukaan Maulid" atau "doa penutup Maulid".
Maulid adalah kegiatan yang bentuk susunan acaranya dapat berbeda-beda. Karena itu, panitia dapat menggunakan doa yang baik dan sesuai dengan tujuan kegiatan.
Untuk penutup majelis, kafaratul majelis memiliki dasar hadis. Sementara doa panjang yang berisi permohonan ampun, keberkahan, ilmu yang bermanfaat, kecintaan kepada Rasulullah SAW, dan kebaikan dunia-akhirat dapat disusun sebagai doa umum selama tidak dinisbatkan sebagai lafaz khusus yang diajarkan Nabi untuk acara Maulid.
Hal ini membuat artikel atau materi doa menjadi lebih aman secara ilmiah: bedakan antara doa yang bersumber langsung dari hadis dan doa susunan untuk kebutuhan acara.
9. Urutan Doa dalam Acara Maulid
Contoh susunan sederhananya:
Pembukaan
Salam.
Hamdalah.
Shalawat.
Doa pembukaan.
Tilawah Al-Qur'an.
Shalawat.
Sambutan.
Ceramah Maulid.
Doa penutup.
Kafaratul majelis.
Salam.
Dengan susunan seperti ini, pembaca doa dapat menyesuaikan panjang-pendeknya doa dengan durasi kegiatan.
Kesimpulan
Doa pembukaan Maulid Nabi dapat berupa doa umum yang berisi permohonan keberkahan, ilmu yang bermanfaat, kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta ampunan Allah SWT.
Sementara untuk doa penutup Maulid, salah satu bacaan yang memiliki dasar hadis adalah kafaratul majelis:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
Doa tersebut diriwayatkan dalam Jami' at-Tirmidzi 3433 dan disebut sebagai bacaan sebelum seseorang meninggalkan majelis. (Sunnah)
Untuk artikel blog, penting untuk selalu membedakan doa yang memang memiliki sumber hadis dengan doa yang disusun sebagai doa umum untuk acara, sehingga pembaca tidak menganggap semua teks doa tersebut sebagai sabda atau ajaran khusus Nabi Muhammad SAW.
