Hari Palang Merah Indonesia (PMI): Sejarah, Makna, dan Cara Memperingatinya
Hari Palang Merah Indonesia (PMI) diperingati setiap 17 September. Simak sejarah berdirinya PMI, makna kepalangmerahan, tugas PMI, serta berbagai cara memperingatinya di sekolah dan masyarakat.
Hari Palang Merah Indonesia (PMI)
Setiap tanggal 17 September, masyarakat Indonesia memperingati Hari Palang Merah Indonesia (PMI). Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang sejarah berdirinya Palang Merah Indonesia sekaligus mengajak masyarakat menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
PMI bukan hanya dikenal melalui kegiatan donor darah, tetapi juga memiliki peran dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, seperti membantu masyarakat yang terdampak bencana, memberikan pelayanan kesehatan, mendukung pertolongan pertama, hingga berbagai kegiatan sosial kemanusiaan.
Bagi sekolah, Hari PMI juga dapat menjadi kesempatan yang baik untuk mengajarkan kepada anak-anak tentang kepedulian, kerelawanan, gotong royong, dan membantu orang lain.
Lantas, bagaimana sejarah berdirinya PMI dan bagaimana cara memperingati Hari PMI?
Sejarah Berdirinya Palang Merah Indonesia
Sejarah Palang Merah Indonesia tidak dapat dilepaskan dari perjuangan membangun organisasi kepalangmerahan nasional setelah Indonesia merdeka.
Gagasan untuk membentuk organisasi Palang Merah di Indonesia sebenarnya telah muncul sebelum kemerdekaan. Pada masa tersebut, sejumlah tokoh Indonesia berupaya memperjuangkan terbentuknya organisasi kepalangmerahan yang dapat memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.
Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, upaya tersebut kembali mendapatkan momentum.
Pada 3 September 1945, Presiden Soekarno memberikan perintah kepada Menteri Kesehatan saat itu, dr. Boentaran, untuk membentuk badan kepalangmerahan nasional. Selanjutnya, pada 5 September 1945 dibentuk sebuah panitia yang bertugas mempersiapkan pembentukan organisasi tersebut. (Garuda Kemdikbud)
Akhirnya, pada 17 September 1945, Palang Merah Indonesia secara resmi dibentuk. Dalam kepengurusan awalnya, Drs. Mohammad Hatta dipercaya sebagai ketua. (Garuda Kemdikbud)
Tanggal 17 September inilah yang kemudian menjadi tanggal penting dalam sejarah PMI dan diperingati sebagai Hari Palang Merah Indonesia.
Peran PMI pada Masa Awal Kemerdekaan
Pada masa awal berdirinya, Indonesia menghadapi berbagai persoalan akibat perang dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
PMI kemudian menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk membantu korban perang serta mendukung proses pengembalian tawanan perang Sekutu dan Jepang. (Garuda Kemdikbud)
Peran tersebut menunjukkan bahwa sejak awal PMI dibentuk bukan sekadar sebagai organisasi sosial, tetapi sebagai organisasi yang memiliki misi kemanusiaan.
Seiring perkembangan zaman, kegiatan PMI semakin luas dan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Pengakuan terhadap PMI
PMI kemudian memperoleh pengakuan secara nasional melalui Keputusan Presiden RIS Nomor 25 Tahun 1950 tanggal 16 Januari 1950. PMI juga memperoleh pengakuan internasional pada tahun 1950. (Garuda Kemdikbud)
Dalam menjalankan kegiatannya, PMI berpegang pada prinsip-prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, yaitu:
Kemanusiaan
Kesamaan
Kenetralan
Kemandirian
Kesukarelaan
Kesatuan
Kesemestaan
Prinsip-prinsip tersebut menjadi landasan penting dalam pelaksanaan kegiatan kemanusiaan PMI. (Garuda Kemdikbud)
Apa Makna Hari Palang Merah Indonesia?
Peringatan Hari PMI bukan sekadar perayaan ulang tahun organisasi. Ada nilai kemanusiaan yang jauh lebih penting untuk kita renungkan.
1. Mengajarkan Kepedulian kepada Sesama
Hari PMI mengingatkan kita bahwa setiap manusia memiliki kewajiban moral untuk peduli kepada orang lain.
Kepedulian tidak harus selalu dilakukan melalui tindakan besar. Membantu tetangga, menjenguk orang sakit, membantu korban bencana, atau memberikan pertolongan kepada seseorang yang membutuhkan juga merupakan bentuk kepedulian.
2. Menumbuhkan Semangat Kerelawanan
PMI sangat erat dengan semangat sukarela.
Menjadi relawan berarti bersedia memberikan waktu, tenaga, dan kemampuan untuk membantu orang lain tanpa menjadikan keuntungan pribadi sebagai tujuan utama.
Nilai ini sangat baik dikenalkan kepada anak-anak sejak dini.
3. Menguatkan Semangat Gotong Royong
Kegiatan kemanusiaan biasanya tidak dapat dilakukan sendirian.
Diperlukan kerja sama antara relawan, masyarakat, tenaga kesehatan, pemerintah, sekolah, dan berbagai pihak lainnya.
Karena itu, Hari PMI juga dapat menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong.
4. Mengingat Pentingnya Donor Darah
Salah satu kegiatan yang sangat dikenal masyarakat dari PMI adalah pelayanan darah.
Melalui pelayanan tersebut, PMI membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi. Portal resmi PMI juga menyediakan informasi mengenai stok darah dan kegiatan donor darah di berbagai daerah. (Ayodonor)
Cara Memperingati Hari PMI
Peringatan Hari PMI tidak harus dilakukan dengan acara yang besar dan mahal. Sekolah, keluarga, komunitas, maupun masyarakat dapat memperingatinya melalui kegiatan sederhana yang memiliki nilai edukasi dan kemanusiaan.
Berikut beberapa ide kegiatan yang bisa dilakukan.
1. Mengadakan Upacara atau Apel Peringatan Hari PMI
Sekolah dapat mengadakan apel sederhana untuk mengenalkan sejarah dan peran PMI kepada siswa.
Dalam kegiatan tersebut, guru dapat menyampaikan pesan tentang pentingnya membantu sesama.
2. Mengadakan Edukasi Pertolongan Pertama
Sekolah atau organisasi dapat mengadakan kegiatan edukasi pertolongan pertama dengan menghadirkan pihak yang kompeten.
Anak-anak dapat dikenalkan dengan prinsip dasar keselamatan dan pentingnya meminta bantuan orang dewasa ketika terjadi keadaan darurat.
3. Mengadakan Kegiatan Donor Darah
Bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan donor darah, kegiatan donor darah dapat menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian terhadap sesama.
Kegiatan tersebut dapat bekerja sama dengan PMI atau unit pelayanan darah setempat.
Untuk informasi kegiatan donor darah dan lokasi pelayanan darah, masyarakat dapat memanfaatkan portal resmi PMI. (Palang Merah Indonesia)
4. Mengadakan Lomba Poster Hari PMI
Untuk siswa SD, SMP, atau SMA, lomba poster dapat menjadi kegiatan edukatif yang menarik.
Tema yang dapat digunakan misalnya:
"Setetes Darah, Sejuta Harapan"
"Ayo Peduli Sesama"
"Relawan untuk Kemanusiaan"
"Berbagi untuk Sesama"
"PMI untuk Kemanusiaan"
5. Mengadakan Lomba Mewarnai Bertema Kemanusiaan
Untuk anak-anak usia dini dan sekolah dasar, lomba mewarnai bisa menjadi pilihan sederhana.
Tema gambar dapat berkaitan dengan kegiatan kemanusiaan, seperti membantu korban bencana, bekerja sama, menolong teman, atau kegiatan sosial.
6. Mengadakan Bakti Sosial
Peringatan Hari PMI juga dapat diisi dengan kegiatan sosial.
Misalnya:
Berbagi makanan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Mengumpulkan bantuan untuk korban bencana.
Mengunjungi panti sosial.
Membersihkan lingkungan.
Menggalang bantuan kemanusiaan.
Yang terpenting bukan besar kecilnya bantuan, tetapi ketulusan dan kepedulian yang diberikan.
7. Mengadakan Kegiatan PMR di Sekolah
Sekolah yang memiliki Palang Merah Remaja (PMR) dapat menjadikan Hari PMI sebagai momentum untuk memperkenalkan kembali kegiatan PMR kepada siswa.
Kegiatan dapat berupa edukasi kesehatan, kebersihan, pertolongan pertama, kepedulian sosial, hingga simulasi kegiatan kemanusiaan yang aman dan sesuai usia.
Contoh Kegiatan Hari PMI di Sekolah
Bagi Ayah Bunda dan para guru yang ingin memperingati Hari PMI bersama anak-anak, berikut contoh susunan kegiatan sederhana:
| Waktu | Kegiatan |
|---|---|
| 07.30–08.00 | Apel Peringatan Hari PMI |
| 08.00–08.20 | Mengenal Sejarah PMI |
| 08.20–09.00 | Edukasi Kemanusiaan |
| 09.00–10.00 | Lomba Poster/Mewarnai |
| 10.00–10.30 | Permainan Edukatif |
| 10.30–11.00 | Pesan dan Refleksi |
| 11.00 | Penutup |
Kegiatan seperti ini tidak hanya mengenalkan sejarah PMI, tetapi juga membantu anak memahami bahwa menolong orang lain merupakan bagian penting dari kehidupan bermasyarakat.
Nilai yang Bisa Diajarkan kepada Anak
Hari PMI dapat menjadi momentum yang bagus untuk menanamkan pendidikan karakter kepada anak.
Beberapa nilai yang dapat diperkenalkan antara lain:
Peduli — belajar memperhatikan keadaan orang lain.
Suka menolong — membantu orang lain sesuai kemampuan.
Relawan — memahami bahwa membantu tidak selalu harus mendapatkan imbalan.
Kerja sama — menyadari bahwa pekerjaan kemanusiaan membutuhkan banyak orang.
Tanggung jawab — belajar menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh.
Empati — belajar memahami perasaan dan kesulitan orang lain.
Dengan demikian, Hari PMI bukan hanya tentang mengenal sebuah organisasi, tetapi juga tentang membangun karakter manusia yang lebih peduli terhadap sesama.
Contoh Ucapan Hari Palang Merah Indonesia
Berikut beberapa ucapan yang dapat digunakan untuk media sosial, poster, atau kegiatan sekolah:
"Selamat Hari Palang Merah Indonesia. Mari terus tumbuhkan kepedulian, semangat kerelawanan, dan kemanusiaan untuk sesama."
"Kemanusiaan tidak mengenal perbedaan. Mari terus berbagi, peduli, dan membantu sesama."
"Selamat Hari PMI. Semoga semangat kemanusiaan dan kerelawanan terus tumbuh di tengah masyarakat Indonesia."
"Menolong sesama mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi seseorang yang membutuhkan, pertolongan kita bisa sangat berarti."
Penutup
Hari Palang Merah Indonesia yang diperingati setiap 17 September merupakan momentum penting untuk mengenang perjalanan PMI sekaligus menumbuhkan kembali semangat kemanusiaan di tengah masyarakat.
Sejarah PMI menunjukkan bahwa organisasi ini lahir tidak lama setelah Indonesia merdeka dan sejak awal memiliki misi membantu sesama dalam berbagai situasi kemanusiaan. (Garuda Kemdikbud)
Bagi kita, peringatan Hari PMI tidak harus selalu diwujudkan melalui kegiatan besar. Mengajarkan anak untuk peduli kepada teman, membantu orang yang kesulitan, ikut kegiatan sosial, menjaga lingkungan, dan membangun semangat gotong royong juga merupakan bagian dari pendidikan kemanusiaan.
Karena pada akhirnya, semangat PMI bukan hanya tentang palang merah, tetapi tentang bagaimana kita belajar menjadi manusia yang mau peduli dan membantu sesama.
Referensi
Palang Merah Indonesia, informasi pelayanan dan kegiatan donor darah. (Ayodonor)
Kajian sejarah PMI dalam publikasi akademik yang terindeks GARUDA Kemdikbud. (Garuda Kemdikbud)
Kajian mengenai peran PMI dalam penanggulangan bencana. (Garuda Kemdikbud)
