Ustaz Wahyu Mimbar: 3 Tanda Kebahagiaan

tiga tanda kebahagian yang disampaikan oleh ustadz wahyu mimbar saat menjadi khatib jum'at di masjid baiturrahmah
3 Tanda Kebahagiaan Menurut Islam, Pesan Khutbah Jumat Ustadz Wahyu Mimbar di Banda Aceh

BANDA ACEH — Setelah mengingatkan tentang tanda-tanda kebinasaan atau kesengsaraan, ada pelajaran lain yang tak kalah penting untuk direnungkan: bagaimana mengenali tanda-tanda kebahagiaan dalam kehidupan seorang Muslim.

Pesan ini merupakan bagian lanjutan dari materi khutbah Jumat yang disampaikan Ustadz Wahyu Mimbar, M.Ag., saat menjadi khatib di Masjid Baiturrahmah, Gampong Keuramat, Banda Aceh, Jumat (9/10/2026).

Jika pada pembahasan sebelumnya perhatian diarahkan pada bahaya melupakan dosa, terlalu mencintai dunia, dan merasa cukup dengan kualitas ibadah sendiri, kali ini kita diajak melihat sisi sebaliknya.

Ada tiga hal yang patut menjadi bahan introspeksi: senantiasa mengingat dosa dan memohon ampun kepada Allah, melihat orang yang lebih baik dalam urusan agama sebagai motivasi, serta melihat orang yang memiliki lebih sedikit dalam urusan dunia agar tumbuh rasa syukur.

Ketiganya mengingatkan kita bahwa kebahagiaan bukan semata-mata tentang banyaknya harta atau tingginya pencapaian, melainkan juga tentang bagaimana seseorang memperbaiki hubungan dengan Allah dan menjalani kehidupan dengan hati yang bersyukur.

1. Mengingat Dosa dan Senantiasa Memohon Ampunan Allah

Dalam materi khutbah tersebut, mengingat dosa atau zikruz zunub menjadi salah satu tanda kebahagiaan. Maksudnya bukan terus-menerus terjebak dalam penyesalan, melainkan menyadari kesalahan agar terdorong untuk bertobat dan memperbaiki diri.

2. Melihat ke Atas dalam Urusan Agama

Ustadz Wahyu Mimbar juga mengingatkan pentingnya menjadikan orang yang lebih baik ibadahnya sebagai motivasi. Mulai dari menjaga salat di awal waktu, membiasakan sedekah, hingga mempersiapkan ibadah haji atau umrah bagi yang mampu.

3. Melihat ke Bawah dalam Urusan Dunia

Dalam urusan dunia, membandingkan diri dengan orang yang lebih sederhana kehidupannya dapat menjadi pengingat agar kita tidak melupakan nikmat yang telah dimiliki. Sikap ini bukan untuk merendahkan orang lain, melainkan menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian.

Melanjutkan Pesan Muhasabah dari Mimbar Jumat

Ketiga tanda tersebut menjadi bahan renungan bagi kita semua. Mengingat dosa mendorong pertobatan, melihat ke atas dalam urusan agama menumbuhkan semangat beribadah, sedangkan melihat ke bawah dalam urusan dunia membantu kita menghargai nikmat Allah.

Semoga pesan khutbah Jumat Ustadz Wahyu Mimbar, M.Ag., di Masjid Baiturrahmah Gampong Keuramat ini menjadi pengingat agar kita terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, dan mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT.