![]() |
| [Foto] Ustadz Fahmi Sofyan menyampaikan ceramah maulid dihadapan ratusan warga Gp. Keuramat, Ahad (11/10/2026) malam. |
BANDA ACEH — Apa yang paling berharga dalam hidup Anda saat ini? Bagi orang yang sedang sakit, kesembuhan mungkin lebih berarti daripada kenaikan jabatan. Sementara bagi orang tua yang sudah berkecukupan secara materi, anak yang saleh bisa menjadi nikmat yang jauh lebih berharga daripada tambahan kekayaan.
Pesan inilah yang menjadi salah satu pokok pembahasan Ustadz Dr. Fahmi Sofyan dalam ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Masjid Al Ikhlas, Gampong Keuramat, Banda Aceh, pada malam Ahad, 11 Oktober 2026.
Dalam ceramahnya, Ustadz Fahmi mengajak jamaah memahami bahwa nikmat tidak selalu dapat diukur dengan harta, jabatan, atau banyaknya fasilitas yang dimiliki seseorang.
Makna nikmat bagi setiap orang bisa berbeda
Sesuatu yang dianggap biasa oleh seseorang belum tentu terasa biasa bagi orang lain. Nilai sebuah nikmat sering kali baru benar-benar dirasakan ketika seseorang berada dalam keadaan sulit.
Seseorang yang mengalami sakit gigi, misalnya, mungkin lebih mengharapkan kesembuhan daripada tawaran promosi jabatan. Begitu pula pasien yang sedang dirawat di ruang perawatan intensif dan harus mendapatkan asupan melalui selang. Kemampuan untuk kembali makan dan minum secara normal tentu menjadi sesuatu yang sangat berharga.
Contoh-contoh tersebut memperlihatkan bahwa kenikmatan hidup tidak selalu terletak pada sesuatu yang besar atau mahal. Hal sederhana yang selama ini dinikmati tanpa banyak disadari bisa menjadi sesuatu yang sangat dirindukan ketika hilang.
Nikmat tidak hanya soal kekayaan
Dalam penjelasannya, Ustadz Fahmi juga mengangkat pandangan Imam As-Sa'di mengenai nikmat, yakni segala sesuatu yang dapat diambil manfaatnya oleh manusia.
Pemahaman ini membuka cara pandang yang lebih luas terhadap nikmat Allah SWT. Kesehatan, kesempatan beribadah, keluarga yang baik, serta anak yang saleh merupakan bagian dari nikmat yang tidak semestinya diabaikan.
Bahkan, ketika seseorang telah memiliki kekayaan yang melimpah, kehadiran anak yang saleh dapat menjadi sesuatu yang jauh lebih berharga daripada penambahan harta.
Sebab, kekayaan materi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan hidup. Ada hal-hal yang nilainya tidak dapat dihitung dengan angka, tetapi sangat menentukan ketenangan dan kebahagiaan seseorang.
Belajar menyadari nikmat yang sudah dimiliki
Pesan tentang nikmat ini juga mengajak setiap orang untuk tidak hanya sibuk melihat apa yang belum dimiliki, tetapi mulai menyadari apa yang telah Allah anugerahkan.
Kesehatan yang masih terjaga, keluarga yang mendampingi, kesempatan memperbaiki diri, dan kemampuan menjalankan ibadah merupakan hal-hal yang patut disyukuri.
Melalui ceramah Maulid tersebut, jamaah diajak melihat nikmat dari sudut pandang yang lebih luas. Sebab, terkadang sesuatu yang dicari dengan susah payah justru membuat manusia lupa mensyukuri hal-hal berharga yang telah berada di hadapannya.
