Mengapa Mendidik Anak Perempuan Begitu Istimewa? Simak Penjelasan Ustadz Fahmi Sofyan

jama'ah masjid al ikhlas gampong keuramat antusias mendengarkan ceramah maulid ustad fahmi sofyan
[Foto] Jamaah masjid Al Ikhlas Gampong Keuramat tampak antusias mendengarkan ceramah maulid yang disampaikan oleh Ustadz Fahmi Sofyan, Ahad (11/10/2026) malam.
Anak Perempuan Bisa Menjadi Pelindung Orang Tua dari Api Neraka, Ini Pesan Ustadz Fahmi Sofyan

BANDA ACEH — Kehadiran anak perempuan terkadang diiringi tantangan pengasuhan yang tidak ringan. Namun, dalam pandangan Islam, membesarkan anak perempuan dengan penuh kesabaran dan kebaikan merupakan kesempatan besar bagi orang tua untuk meraih pahala.

Pesan tersebut menjadi salah satu materi yang disampaikan Ustadz Dr. Fahmi Sofyan dalam ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Masjid Al Ikhlas, Gampong Keuramat, Banda Aceh, pada malam Ahad, 11 Oktober 2026.

Dalam ceramahnya, Ustadz Fahmi mengingatkan bahwa anak perempuan bukan sekadar amanah keluarga, melainkan juga kesempatan bagi orang tua untuk melakukan amal saleh melalui pengasuhan yang baik.

Kesabaran menjadi bagian penting dalam mendidik anak

Membesarkan anak membutuhkan kesabaran, perhatian, dan pengorbanan. Orang tua tidak hanya bertanggung jawab memenuhi kebutuhan fisik anak, tetapi juga membimbing akhlak, menanamkan nilai agama, serta memberikan kasih sayang.

Keutamaan tersebut menjadi semakin bermakna ketika orang tua menghadapi berbagai tantangan selama mendampingi pertumbuhan anak.

Dalam penjelasan yang disampaikan pada ceramah tersebut, Ustadz Fahmi mengangkat keutamaan merawat anak perempuan dengan sabar dan berbuat baik kepada mereka.

Pesan ini mengingatkan bahwa pengasuhan bukan semata-mata pekerjaan rumah tangga. Di dalamnya terdapat kesempatan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kisah seorang ibu yang membagi sebutir kurma

Untuk menggambarkan kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya, ceramah tersebut mengangkat kisah seorang perempuan yang datang kepada Aisyah radhiyallahu 'anha dalam keadaan lapar bersama dua anak perempuannya.

Perempuan itu menerima sebutir kurma. Alih-alih memakannya sendiri, ia membagi kurma tersebut untuk kedua anaknya.

Kisah tersebut menggambarkan pengorbanan seorang ibu yang mendahulukan kebutuhan anak-anaknya, meskipun dirinya sendiri sedang berada dalam kesulitan.

Kasih sayang seorang ibu tidak selalu hadir dalam bentuk pemberian yang besar. Terkadang, justru dalam keterbatasan, ketulusan dan pengorbanan orang tua terlihat dengan sangat jelas.

Anak adalah amanah, bukan sekadar kebanggaan

Pesan tentang keutamaan anak perempuan juga mengingatkan orang tua agar tidak membedakan kasih sayang berdasarkan jenis kelamin anak.

Setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan, pendidikan, perhatian, dan bimbingan agama yang baik.

Karena itu, orang tua perlu membangun hubungan yang hangat dengan anak, mendidik mereka dengan keteladanan, serta membiasakan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Keutamaan yang dijanjikan dalam ajaran Islam tidak seharusnya dipahami sebagai jaminan otomatis hanya karena seseorang memiliki anak perempuan. Kesabaran, kebaikan, dan tanggung jawab dalam pengasuhan menjadi bagian penting dari pesan tersebut.

Melalui ceramah Maulid di Gampong Keuramat, jamaah diingatkan bahwa salah satu bentuk syukur atas hadirnya anak adalah menjalankan amanah pengasuhan dengan sebaik-baiknya.