Dua anak, dua sikap. Keduanya mungkin sama-sama cerdas, tapi yang satu membawa adab, yang lain belum.
Di zaman yang serba cepat ini, kita sering terjebak dalam mengejar prestasi akademik, nilai tinggi, dan lomba-lomba. Tapi kita lupa bahwa sekolah bukan hanya tempat menanam ilmu, melainkan juga ladang subur untuk menanam akhlak. Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia."
Kalau akhlak adalah inti dari misi kenabian, maka mendidik anak-anak dengan adab adalah bagian dari warisan besar itu.
🧕 Adab kepada Guru: Belajar dengan Hormat
Anak yang tahu adab akan memandang gurunya bukan sekadar pengajar, tapi sebagai pembimbing hidup. Ia tidak memotong pembicaraan, tidak bermain saat guru menjelaskan, dan selalu berusaha mendengarkan dengan penuh perhatian.
Allah berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya..."
Ayat ini mengajarkan kita tentang pentingnya menunggu giliran, tidak menyela, dan bersikap sopan dalam majelis ilmu—termasuk di ruang kelas.
🤝 Adab kepada Teman: Belajar Bersama, Bukan Berlomba
Anak-anak yang dibiasakan adab akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak suka mengejek, tidak membully, dan tahu cara meminta maaf. Mereka belajar bahwa teman bukan saingan, tapi saudara dalam perjalanan ilmu.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak menzhaliminya dan tidak menghinanya."
Di sekolah, adab ini bisa diwujudkan lewat hal-hal sederhana: saling membantu saat kesulitan, tidak tertawa saat teman salah menjawab, dan berbagi alat tulis tanpa pamrih.
🧼 Adab terhadap Lingkungan: Belajar Tanggung Jawab
Anak yang beradab akan menjaga kebersihan kelas, tidak mencoret-coret meja, dan tahu bahwa merapikan tempat belajar adalah bagian dari ibadah. Rasulullah ﷺ sangat mencintai kebersihan. Beliau bersabda:
(HR. Muslim)
Membiasakan anak-anak untuk membuang sampah pada tempatnya, menyapu kelas, atau merapikan buku bukan sekadar tugas piket—itu latihan karakter.
📚 Adab dalam Belajar: Fokus dan Jujur
Anak-anak yang beradab tidak menyontek, tidak bermain HP saat pelajaran, dan berani bertanya dengan cara yang sopan. Mereka tahu bahwa ilmu itu cahaya, dan cahaya tidak akan masuk ke hati yang curang.
Imam Malik pernah berkata kepada Imam Syafi’i muda:
"Sesungguhnya ilmu itu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak diberikan kepada pelaku maksiat."
Maka, adab dalam belajar bukan hanya soal etika, tapi juga soal keberkahan ilmu.
🌟 Penutup: Sekolah Sebagai Ladang Akhlak
Sekolah bukan hanya tempat belajar matematika dan bahasa. Ia adalah taman tempat anak-anak belajar menjadi manusia. Adab adalah pupuknya. Tanpa adab, ilmu akan kering dan tidak berbuah.
Mari kita bantu anak-anak kita tumbuh bukan hanya jadi pintar, tapi juga jadi santun. Karena anak hebat itu bukan yang paling cepat mengerjakan soal, tapi yang paling tahu cara menghormati guru, teman, dan dirinya sendiri.
"Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang..."Ayat ini tentang orang tua, tapi semangatnya bisa kita bawa ke semua relasi: guru, teman, bahkan lingkungan.
Semoga Allah menjadikan anak-anak kita generasi yang berilmu dan beradab. Aamiin.