Ustadz Fahmi Sofyan Ingatkan Orang Tua: Jangan Mendoakan Keburukan Anak Saat Marah

Wali murid sharing dengan Ustadzah SDTQ Nurun Nabi
[Foto] Sesi sharing wali murid dan wali kelas SDTQ Nurun Nabi terkait perkembangan anak, digelar di Balee Petua Ramli pada Sabtu (26/9/2026), tepat setelah seminar parenting bersama Ustadz Fahmi Sofyan

Banda Aceh
- Menghadapi anak yang sulit diatur membutuhkan kesabaran besar dari orang tua. Dalam kondisi emosi sekalipun, orang tua diminta berhati-hati menjaga ucapan, terutama ketika sedang marah.

Pesan tersebut disampaikan Ustadz Dr. Fahmi Sofyan, Lc., MA. dalam Seminar Parenting dan Sosialisasi Program Sekolah SDTQ Nurun Nabi, Sabtu (26/9/2026).

Menurut Ustadz Fahmi, orang tua tidak seharusnya memaki, melontarkan kata-kata buruk, apalagi mendoakan keburukan bagi anak ketika sedang terbawa emosi.

Sebab, kata-kata yang keluar dari mulut orang tua bukan sesuatu yang boleh dianggap sepele.

Jangan jadikan kemarahan sebagai doa buruk untuk anak

Ketika anak melakukan kesalahan, orang tua memang bisa merasa kecewa, marah, bahkan kehilangan kesabaran. Namun, kondisi tersebut bukan alasan untuk mengeluarkan ucapan yang justru dapat merugikan anak.

Ustadz Fahmi mengingatkan agar orang tua menahan diri ketika menghadapi perilaku anak yang sulit dikendalikan.

Alih-alih mengucapkan kalimat negatif, orang tua dianjurkan untuk terus mendoakan anak agar Allah membuka pintu hatinya.

Pesan ini menjadi penting karena dalam kehidupan sehari-hari, ucapan seperti "kamu memang nakal", "kamu tidak akan jadi apa-apa" atau doa buruk lainnya bisa saja keluar secara spontan ketika orang tua sedang marah.

Padahal, pendidikan anak tidak hanya berlangsung ketika suasana tenang. Cara orang tua merespons kesalahan anak juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter.

Anak dan harta juga menjadi ujian bagi orang tua

Dalam materi parenting tersebut, Ustadz Fahmi juga mengingatkan bahwa anak dan harta dapat menjadi jalan bagi godaan setan.

Karena itu, keberadaan anak tidak hanya dipandang sebagai kebahagiaan, tetapi juga amanah yang membutuhkan tanggung jawab pendidikan.

Orang tua tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan anak secara materi. Mereka juga memiliki tanggung jawab membimbing anak dalam agama, akhlak, ibadah, serta kebiasaan sehari-hari.

Ketika anak bermasalah, orang tua juga perlu bercermin

Hal lain yang disampaikan Ustadz Fahmi adalah tentang perilaku buruk anak yang menurutnya dapat menjadi istidraj atau berkaitan dengan masa lalu orang tua.

Pesan ini dapat menjadi bahan renungan bagi orang tua agar tidak terburu-buru hanya menyalahkan anak ketika muncul persoalan dalam perilakunya.

Pendidikan anak juga mengajak orang tua untuk melakukan evaluasi terhadap pola asuh, lingkungan, kebiasaan, dan keteladanan yang selama ini diberikan di rumah.

Dengan demikian, persoalan anak tidak hanya dilihat dari sisi anak, tetapi juga menjadi momentum bagi orang tua untuk memperbaiki diri.

Salat sejak usia 7 tahun

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Fahmi juga menyinggung pentingnya pendidikan salat sejak dini.

Ia mengingatkan orang tua agar tidak mengabaikan pembiasaan salat pada anak. Rasulullah SAW memberikan tuntunan agar anak diperintahkan melaksanakan salat ketika berusia 7 tahun dan diberikan disiplin yang lebih tegas pada usia 10 tahun.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan agama membutuhkan proses dan pembiasaan, bukan sesuatu yang bisa diberikan secara mendadak ketika anak sudah besar.

Karena itu, orang tua perlu membangun kebiasaan ibadah sejak anak masih kecil dengan keteladanan, pendampingan dan kedisiplinan.

Sabar menghadapi anak dan terus mendoakannya

Pada akhirnya, menghadapi anak yang sulit diatur membutuhkan kesabaran.

Orang tua mungkin tidak selalu langsung melihat perubahan setelah memberikan nasihat. Namun, menurut pesan Ustadz Fahmi, kondisi tersebut tidak seharusnya membuat orang tua berhenti berusaha.

Tetap mendampingi, memperbaiki cara mendidik, menahan emosi dan terus mendoakan anak menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan.

Sebab, orang tua tidak pernah benar-benar mengetahui kapan hati seorang anak akan terbuka dan menerima nasihat.