Kepala SDTQ Nurun Nabi Ustadz Rahmat Rizki Jadi Penceramah Safari Dakwah Banda Aceh
BANDA ACEH – Kepala Sekolah SDTQ Nurun Nabi Banda Aceh, Ustadz Rahmat Rizki, M.Ag., akan tampil sebagai penceramah dalam kegiatan Safari Dakwah yang digelar Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Sabtu (10/10/2026) malam.
Kegiatan dakwah tersebut dijadwalkan berlangsung di Masjid Al-Mukhsinin, Gampong Jawa, Banda Aceh, selepas salat Magrib berjamaah. Safari Dakwah kali ini mengangkat tema “Kontrol Sosial dalam Penegakan Syari’at Islam”.
Kehadiran Ustadz Rahmat Rizki menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut. Selain aktif dalam dunia pendidikan Islam sebagai Kepala Sekolah SDTQ Nurun Nabi Banda Aceh, ia juga akan berbagi pandangan dan pemahaman keislaman kepada masyarakat melalui tausiah yang disampaikan.
Tema yang diangkat dinilai relevan dengan kehidupan masyarakat perkotaan, khususnya dalam membangun kepedulian bersama terhadap penerapan nilai-nilai syariat Islam. Kontrol sosial tidak hanya berkaitan dengan pengawasan, tetapi juga menyangkut peran masyarakat dalam menjaga lingkungan agar tetap menjunjung nilai agama, adab, dan tanggung jawab bersama.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa penegakan syariat Islam membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Upaya tersebut dapat dimulai dari keluarga, lingkungan tempat tinggal, lembaga pendidikan, hingga komunitas masyarakat.
Terbuka untuk Masyarakat Umum
Safari Dakwah ini diselenggarakan oleh Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh dan terbuka untuk masyarakat umum.
Berdasarkan informasi pada poster kegiatan, acara akan dilaksanakan pada Sabtu, 10 Oktober 2026, bertepatan dengan 29 Rabiul Akhir 1448 Hijriah. Kegiatan dipusatkan di Masjid Al-Mukhsinin, Gampong Jawa, Banda Aceh.
Adapun Tgk. Muzirwan dijadwalkan bertugas sebagai muazin Isya, sedangkan Tgk. Mubashshirullah bertugas sebagai imam Isya.
Masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan ini dapat hadir langsung ke masjid sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Safari Dakwah menjadi salah satu ruang pertemuan antara para penyampai mau'idzah, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus membangun kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
