Pesan Mawlana Syeikh: Ajarkan Al-Qur’an Sejak Dini kepada Anak

Mawlana Syeikh Sayyid Muhammad Adil Ar-Rabbani ق menyampaikan tausiyah tentang pentingnya mengajarkan Al-Qur’an sejak usia dini di Zawiyah Nurun Nabi, Banda Aceh, Senin malam (26/10/2026).
Mawlana Syeikh Sayyid Muhammad Adil Ar-Rabbani ق (Kiri) menyampaikan tausiyah tentang pendidikan Al-Qur’an sejak dini, didampingi penerjemah Tgk. Maulana Mahdi, (Kanan) di Zawiyah Nurun Nabi, Banda Aceh. Senin (26/10)
Pesan Mawlana Syeikh Muhammad Adil Ar-Rabbani kepada Orang Tua: Tanamkan Al-Qur’an Sejak Anak Masih Kecil

BANDA ACEH – Pendidikan Al-Qur’an sebaiknya dimulai sejak anak masih kecil, bahkan ketika mereka baru mengenal huruf dan kata. Pesan ini disampaikan Mawlana Syeikh Sayyid Muhammad Adil Ar-Rabbani ق saat memberikan tausiyah di Zawiyah Nurun Nabi, Banda Aceh, Senin malam (26/10/2026).

Dalam ceramah yang disampaikan menggunakan bahasa Inggris tersebut, pesan Mawlana Syeikh diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Tgk. Maulana Mahdi.

Mawlana Syeikh mengingatkan bahwa masa kecil merupakan waktu penting untuk menanamkan pendidikan Al-Qur’an. Apa yang dipelajari anak sejak dini diharapkan dapat melekat kuat dalam dirinya hingga dewasa.

Belajar Al-Qur’an Sejak Dini

Dalam tausiyahnya, Mawlana Syeikh mengutip sabda Rasulullah SAW tentang keutamaan orang yang mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an.

Beliau kemudian menjelaskan pentingnya memperkenalkan Al-Qur’an sejak anak mulai belajar mengenal huruf dan kata.

“Apalagi diajarkan bukan nanti, tapi ketika anak-anak baru mulai pertama sekali mengenal huruf, mengenal perkataan, maka yang pertama sekali yang diajarkan oleh kita semua adalah Al-Qur’an,” demikian pesan beliau dalam terjemahan bahasa Indonesia.

Pesan ini menjadi pengingat bagi orang tua bahwa pendidikan anak tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Mengenalkan Al-Qur’an sejak dini juga merupakan bagian penting dari pendidikan dalam keluarga Muslim.

Belajar di Waktu Kecil Seperti Menulis di Atas Batu

Untuk menjelaskan pentingnya pendidikan pada masa kanak-kanak, Mawlana Syeikh menyampaikan sebuah perumpamaan tentang proses belajar ketika masih kecil dan ketika sudah dewasa.

“Belajar di waktu kecil itu seperti menulis di atas batu. Dan kita tahu orang yang menulis di atas batu, maka tulisan itu tidak akan mudah hilang,” demikian terjemahan perkataan beliau.

Sebaliknya, beliau mengibaratkan belajar ketika dewasa seperti menulis di atas air, yang tidak meninggalkan bekas sebagaimana tulisan di atas batu.

Melalui perumpamaan tersebut, Mawlana Syeikh mengingatkan pentingnya memanfaatkan masa kecil untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an. Anak-anak yang dibiasakan belajar Al-Qur’an sejak dini diharapkan tumbuh dengan kedekatan terhadap kitab suci tersebut.

Bagi orang tua, pesan ini dapat menjadi bahan refleksi untuk menghadirkan kegiatan membaca dan mempelajari Al-Qur’an sebagai bagian dari rutinitas anak, sesuai usia dan kemampuan mereka.

Orang Tua dan Pendidik Memiliki Peran Penting

Mawlana Syeikh juga mengingatkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan ajaran Islam.

Beliau menyampaikan bahwa ketika generasi dididik dan diperbaiki dengan baik, mereka diharapkan menjadi orang-orang yang meneruskan kebaikan dan memiliki pemahaman mendalam tentang agama.

“Kalau kita memelihara Islam itu dengan generasi kita, kita perbaiki, maka benar-benarnya merekalah yang akan membela agama kelak di akhir zaman nanti,” demikian pesan beliau dalam terjemahan ceramah tersebut.

Pesan ini menunjukkan bahwa pendidikan Al-Qur’an bukan semata-mata tanggung jawab sekolah atau lembaga tahfiz. Orang tua juga memiliki peran penting dalam memperkenalkan, membiasakan, dan mendampingi anak dalam mempelajari Al-Qur’an.

Sekolah dan keluarga dapat saling mendukung agar proses pendidikan yang diterima anak tidak berhenti di ruang belajar, tetapi juga berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.

Menanamkan Kecintaan, Bukan Sekadar Rutinitas

Pesan Mawlana Syeikh menjadi pengingat bagi para orang tua agar tidak menunda pengenalan Al-Qur’an hingga anak beranjak dewasa. Masa kecil merupakan kesempatan berharga untuk membangun kedekatan anak dengan kitab suci.

Langkah tersebut dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti mendampingi anak membaca Al-Qur’an, memberikan teladan, menyediakan waktu belajar secara rutin, serta memberikan dorongan sesuai kemampuan mereka.

Dengan dukungan keluarga dan lingkungan pendidikan yang baik, anak diharapkan tidak hanya mengenal Al-Qur’an sejak kecil, tetapi juga tumbuh dengan kecintaan untuk terus mempelajari dan mengamalkan ajarannya.

Pesan yang disampaikan Mawlana Syeikh di Zawiyah Nurun Nabi ini menjadi pengingat bahwa membangun generasi Qur’ani membutuhkan kesungguhan sejak dini, dimulai dari rumah dan diperkuat melalui pendidikan yang berkelanjutan.